Showing posts with label synopsis. Show all posts
Showing posts with label synopsis. Show all posts

Tuesday, February 19, 2013

JACK & DANY episode. 1 (Animated Sitcom by Curiosa)

Jack & Dany
in: Gay Boy Straight Much!
written and created by curiosa/Borntobias


Powered by GoAnimate.

Info:
This is the 1st animated sitcom i created in GoAnimate, Jack is voiced by me.
"Jack & Dany: The Bro-friendly Bromance Comedy"

Jack & Dany
episode 1. Gay Boy Straight Much!

Synopsis:
When Dany "The Panty Boy" asked to be hooked up with someone, Jack just didn't get it....

Monday, August 6, 2012

Short Story: Modern Day Perseus Part I (Myth Re-Write)(In Bahasa)


Modern Day Perseus

(Part I)

oleh

Benaya Curiosa 


            Alkisah di tahun 2600, di suatu Negara kerajaan zaman baru bernama Argos, berkuasa seorang raja yang lalim dan diktaktor bernama Acrisius. Suatu ketika dirinya diramal oleh seorang sesepuh paranormal kerajaanya “The Oracle”, bahwa di suatu waktu yang akan datang, Argos akan terbunuh oleh pedang dari keturunan danae, anaknya sendiri. Semenjak saat itulah Acrisius berubah menjadi orang yang sangat cemas dan paranoid, hingga akhirnya dia memenjarakan Danae di sebuah kastil perunggu hi-tech. Di kastil perunggu itulah, Zeus, mahluk elemental abadi berwujud angin dan petir mendatangi Danae dan meninggalkan sebagian dari elemen tubuhnya ke dalam tubuh Danae. Tak lama setelah itu, Danae mendadak hamil dan melahirkan seorang anak sehat yang akhirnya diberi nama Perseus. Semakin takut bahwa ramalan akan kematiannya makin menjadi nyata, Acrisius murka dan menaruh Danae bersama Perseus kecil di dalam sebuah tabung yang dilengkapi dengan gembok-gembok digital dan membuangnya ke lautan lepas.
            Tidak disangka, suatu kekuatan badai petir besar mendorong tabung itu dari lautan lepas menuju sebuah pulau kerajaan kecil di ujung dunia bernama Seriphos,.Dan dimana suatu kebetulan sebelum tabung itu akan menabrak ranjau laut, raja dari kerajaan Seriphos bernama Polydectes melihat tabung itu dan menyuruh prajurit kerajaanya untuk menarik dan membawa tabung itu ke daratan kerajaanya. Setelah membuka tabung itu dan menemukan Danae beserta Perseus kecil di dalamnya, Polydectes mempersilakan mereka berdua untuk menjadi bagian dari kerajaanya.
            Perseus kecil tumbuh menjadi manusia yang besar dan gagah di dalam lingkungan kenegaraan Seriphos yang terkenal adil tenteram tetapi memiliki kemampuan tempur yang handal walaupun teknologi persenjataanya masih ketinggalan jauh dibawah Argos. Dia tumbuh menjadi sesosok ksatria yang pemberani dan menonjol di lingkungan kerajaanya. Suatu ketika, raja Polydectes mengundang seluruh ksatria terbaik kerajaanya termasuk Perseus untuk bersantap malam dan berbicara hal-hal seputar kerajaanya. Polydectes mengutarakan bahwa Parthenos, daerah sumber energi penting kerajaanya yang terletak di pulau terjauh di gugusan kepulauan Seriphos telah direbut oleh segerombolan perompak yang dipimpin oleh sesosok mutant wanita berambut ular yang terkenal bengis bernama Medusa. Tempat itu sangat penting bagi kerajaan Polydectes karena merupakan sumber nuklir untuk menggerakan segala pertahanan dan listrik Polydectes. Medusa adalah salah satu dari tiga mutant Gorgon yang ada di dunia. Gorgon adalah mutant dengan rambut ular, dan tanduk di kepalanya. Sedangkan medusa sendiri, dia telah meng-implant tangannya dengan teknologi baja mulia cair terbaru yang dapat berubah menjadi senjata sesuai dengan keinginanya dan telah mengimplant kedua matanya dengan mata optic laser yang jika diarahkan fokusnya, radiasinya akan merubah orang yang melihat menjadi batu.
            Untuk persiapan menghadapi Medusa, Perseus mengunjungi seorang wanita penyendiri ahli senjata bernama Nymph yang tinggal di tengah hutan suci tanah Polydectes. Nymph memberinya sepatu yang dilengkapi dengan teknologi untuk terbang, “Stealth Device” yang bisa memberinya kekuatan untuk tidak terlihat oleh musuhnya, Sabit dari adamant yang terkenal sangat tajam dan kuat, serta tameng pelindung dari baja adamant yang dapat membiaskan radiasi dari mata Medusa.
            Setelah itu, Perseus mengendap masuk ke pulau Parthenos, membunuh satu persatu pengawal Medusa, hingga akhirnya dia sampai ke teras tahta Medusa. Dengan sepatu terbang dan stealth devicenya, Perseus mengintai dan menunggu pergerakan Medusa. Sampai pada akhirnya Medusa tertidur dan Perseus menyerangnya. Medusa terbangun dan mengarahkan mata radiasinya kea rah perseus, tetapi perseus dengan pintarnya menangkis radiasi itu dengan tamengnya dan langsung memenggal kepala Medusa hingga mati. 
             Perseus keluar dari Benteng Medusa dan berdiri di tepi tebing, menatap ke kejauhan.. pulau-pulau utama yang tertutup kabut radiasi dan polusi yang gelap.. sebuah dunia yang telah hancur oleh penduduknya sendiri....

- End of Part 1 -


Monday, March 21, 2011

Short Story: Nikolav (Indonesian Language Version)

Writer: B.S. Curiosa

Story Genre: Action Drama

Format: Short Story and Screen Play

Story Title: "Nikolav"


Dinginnya danau Tiberia hingga seluruh airnya membeku dan pekatnya kabut salju yang turun, tidak menghalangi semangat kekejaman para tentara Nazi Jerman untuk menggiring para prajurit Soviet yang telah menjadi pecundang itu ke kamp konsentrasi.

“Hey Kamu! Orang Utara bodoh! Apa yang kau lihat?! Kau tidak lebih pantas dari sekumpulan ras anjing di mata kami ras Arya! Kau tidak pantas menatap kami yang derajatnya lebih tinggi dari kaum mu!” Prajurit Nazi itu berseru kepada seorang Soviet yang menatapnya dengan kebencian. Si Nazi itu mengangkat pistolnya dan “Dorr!” melesatlah sebuah peluru baja menembus kepala Soviet malang itu, ia mati seketika dengan kebencian yang tak tersampaikan.

Nikolav, nama seorang teman seperjuanganya yang tidak terima dengan kematian naas penuh penghinaan itu. Nikolav yang bertubuh besar itu memang dikenal kawan-kawannya sebagai prajurit yang sangat cinta bangsanya, pemberani, dan sangat peduli dengan negaranya. “ Kau Nazi tidak lebih dari sekumpulan serigala tak bermartabat, tak berakal, yang selalu haus akan harta! “ Nikolav berteriak dengan lantang dan mendorong prajurit Nazi itu hingga terjerembab ke tanah yang membeku itu. “Bangsa kami telah memberikan sebagian harta dan kekayaan alam kami sebagai tanda persahabatan untuk kalian, Jerman! Tapi apa balasannya?! Inikah balasan kalian terhadap Ibu Russia yang baik hati ini?!” Nikolav berteriak sambil merebut pistol prajurit itu dan menembak beberapa prajurit Nazi yang kaget dengan perbuatannya itu. Ia melanjutkanya dengan mementalkan timah panas itu ke pasung-pasung yang mengikat lengannya dan kawanan sebangsanya, agar mereka bebas untuk membalas para Nazi itu. Nikolav dan kawan-kawannya menembak dan menghajar kawanan Nazi yang ada di sekitarnya. “Ganyang Nazi hingga rata dengan salju Russia!” Seru Nikolav. Perebutan senjata dan baku tembak terus berlangsung beberapa saat, untuk sementara keadaan berbalik memihak para prajurit Soviet itu dikarenakan ketidak siapan para prajurit Nazi itu dan perebutan senjata yang telah berhasil dilakukan Nikolav dan kawanannya.

Sayangnya kemenangan kawanan itu hanya berlangsung sebentar karena kemunculan beberapa Artileri Nazi dengan senjata otomatisnya. Sebagian Soviet itu mati menyedihkan, sebagian lagi kembali mendapatkan pasung di tangannya. “Kamu besar! Apakah kamu yang memulai semua ini?! Jawab!!” Seru seorang komandan Nazi kepada Nikolav, dan ia menjawab “ Bukan saya, tapi Ibu Russia yang memulainya! “. Komandan itu menusukan machete berukuran sedangnya di perut Nikolav sambil berkata lantang, “ Binatang pemimpi!! Arya adalah bangsa Tuhan! Kami ditakdirkan menguasai dunia karena kami yang menciptakannya!”. Bersamaan dengan tersungkurnya tubuh Nikolav ke tanah, darah mengucur segar dari perutnya, ia yang cinta tanah airnya itu sekarat.

Tiba-tiba salju di sekitar mereka longsor dan mengubur sebagian besar peralatan berat para Nazi itu. Di kejauhan terlihatlah pasukan bantuan Russia lengkap dengan persenjataanya siap menyerang dan menghadang para Nazi itu. Mereka tahu mereka pasti menang karena bumi Russia tak pernah berpaling pada putra putrinya.

Dan Nikolav pun tersenyum di ambang kematiannya karena Russia telah menjawab permintaanya.


---------------------------------------------fin---------------------------------------------------

- written by B.S. Curiosa March 21, 2011 -


Notes: This is the Indonesian Version of my Short Story "Nikolav". i will post the English Version A.S.A.P. , believe it or not its inspired by a True Event....