Monday, August 6, 2012

Short Story: Modern Day Perseus Part I (Myth Re-Write)(In Bahasa)


Modern Day Perseus

(Part I)

oleh

Benaya Curiosa 


            Alkisah di tahun 2600, di suatu Negara kerajaan zaman baru bernama Argos, berkuasa seorang raja yang lalim dan diktaktor bernama Acrisius. Suatu ketika dirinya diramal oleh seorang sesepuh paranormal kerajaanya “The Oracle”, bahwa di suatu waktu yang akan datang, Argos akan terbunuh oleh pedang dari keturunan danae, anaknya sendiri. Semenjak saat itulah Acrisius berubah menjadi orang yang sangat cemas dan paranoid, hingga akhirnya dia memenjarakan Danae di sebuah kastil perunggu hi-tech. Di kastil perunggu itulah, Zeus, mahluk elemental abadi berwujud angin dan petir mendatangi Danae dan meninggalkan sebagian dari elemen tubuhnya ke dalam tubuh Danae. Tak lama setelah itu, Danae mendadak hamil dan melahirkan seorang anak sehat yang akhirnya diberi nama Perseus. Semakin takut bahwa ramalan akan kematiannya makin menjadi nyata, Acrisius murka dan menaruh Danae bersama Perseus kecil di dalam sebuah tabung yang dilengkapi dengan gembok-gembok digital dan membuangnya ke lautan lepas.
            Tidak disangka, suatu kekuatan badai petir besar mendorong tabung itu dari lautan lepas menuju sebuah pulau kerajaan kecil di ujung dunia bernama Seriphos,.Dan dimana suatu kebetulan sebelum tabung itu akan menabrak ranjau laut, raja dari kerajaan Seriphos bernama Polydectes melihat tabung itu dan menyuruh prajurit kerajaanya untuk menarik dan membawa tabung itu ke daratan kerajaanya. Setelah membuka tabung itu dan menemukan Danae beserta Perseus kecil di dalamnya, Polydectes mempersilakan mereka berdua untuk menjadi bagian dari kerajaanya.
            Perseus kecil tumbuh menjadi manusia yang besar dan gagah di dalam lingkungan kenegaraan Seriphos yang terkenal adil tenteram tetapi memiliki kemampuan tempur yang handal walaupun teknologi persenjataanya masih ketinggalan jauh dibawah Argos. Dia tumbuh menjadi sesosok ksatria yang pemberani dan menonjol di lingkungan kerajaanya. Suatu ketika, raja Polydectes mengundang seluruh ksatria terbaik kerajaanya termasuk Perseus untuk bersantap malam dan berbicara hal-hal seputar kerajaanya. Polydectes mengutarakan bahwa Parthenos, daerah sumber energi penting kerajaanya yang terletak di pulau terjauh di gugusan kepulauan Seriphos telah direbut oleh segerombolan perompak yang dipimpin oleh sesosok mutant wanita berambut ular yang terkenal bengis bernama Medusa. Tempat itu sangat penting bagi kerajaan Polydectes karena merupakan sumber nuklir untuk menggerakan segala pertahanan dan listrik Polydectes. Medusa adalah salah satu dari tiga mutant Gorgon yang ada di dunia. Gorgon adalah mutant dengan rambut ular, dan tanduk di kepalanya. Sedangkan medusa sendiri, dia telah meng-implant tangannya dengan teknologi baja mulia cair terbaru yang dapat berubah menjadi senjata sesuai dengan keinginanya dan telah mengimplant kedua matanya dengan mata optic laser yang jika diarahkan fokusnya, radiasinya akan merubah orang yang melihat menjadi batu.
            Untuk persiapan menghadapi Medusa, Perseus mengunjungi seorang wanita penyendiri ahli senjata bernama Nymph yang tinggal di tengah hutan suci tanah Polydectes. Nymph memberinya sepatu yang dilengkapi dengan teknologi untuk terbang, “Stealth Device” yang bisa memberinya kekuatan untuk tidak terlihat oleh musuhnya, Sabit dari adamant yang terkenal sangat tajam dan kuat, serta tameng pelindung dari baja adamant yang dapat membiaskan radiasi dari mata Medusa.
            Setelah itu, Perseus mengendap masuk ke pulau Parthenos, membunuh satu persatu pengawal Medusa, hingga akhirnya dia sampai ke teras tahta Medusa. Dengan sepatu terbang dan stealth devicenya, Perseus mengintai dan menunggu pergerakan Medusa. Sampai pada akhirnya Medusa tertidur dan Perseus menyerangnya. Medusa terbangun dan mengarahkan mata radiasinya kea rah perseus, tetapi perseus dengan pintarnya menangkis radiasi itu dengan tamengnya dan langsung memenggal kepala Medusa hingga mati. 
             Perseus keluar dari Benteng Medusa dan berdiri di tepi tebing, menatap ke kejauhan.. pulau-pulau utama yang tertutup kabut radiasi dan polusi yang gelap.. sebuah dunia yang telah hancur oleh penduduknya sendiri....

- End of Part 1 -


No comments:

Post a Comment